SHOLAT
SUMBER KEBAHAGIAAN
PENDALAMAN
TERAPI SHOLAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN
Sunan Ampel Surabaya
Trainer “ Terapi Sholat Bahagia”
Assalamu’alaikum
wr.wb,,
Shalat dan kebahagiaan hidup merupakan
dua hal yang saling beriringan. Apabila
kita mengerjakan shalat maka kebagiaan hidup itu akan muncul. Shalat sebagai
salah satu rukun Islam merupakan pembeda antara seorang muslim dengan yang
bukan muslim. Inilah ibadah luar biasa yang memiliki berbagai manfaat.Bahkan banyak orang bukan muslim yang memutuskan masuk
Islam hanya karena salut dengan rangkaian ibadah shalat yang memiliki manfaat
luar biasa terutama dalam hal kesehatan.Mengapa
shalat dan kebahagiaan hidup menjadi sesuatu yang beriringan? Lihat lah
faktanya, orang-orang miskin yang jauh dari ibadah shalat, maka akan
bertambahkan kesengsaraan kehidupan mereka. Atau bagi mereka orang kaya raya yang enggan melakukan
shalat, maka sekali-kali harta benda yang dimilikinya tidak membawa keberkahan
serta kebahagiaan bagi kehidupannya.Bahkan kerap kali menjadi permulaan kesengasaraan
kehidupan yang dijalaninya. Mengapa shalat bisa berpengaruh terhadap
kebahagiaan hidup? berikut ini beberapa alasan utama mengenai kaitan ibadah
shalat dengan kebahagiaan hidup:
1. Ibadah shalat merupakan salah satu perintah Allah yang
bernilai pahala. Dengan kita melakukan banyak pahala maka seperti apa yang
dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa pahala adalah segala sesuatu kegiatan
yang dilakukan memberi ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan batin yang
hakiki, maka itulah amal pahala.
Shalat akan memberikan efek ketenangan batin bagi yang
melakukannya. Terlebih untuk ibadah shalat-shalat sunnah seperti shalat
tahajjud serta beberapa ibadah shalat lain yang dikerjakan pada waktu malam
hari. Ibadah shalat merupakan saat paling dekat bagi seorang hamba untuk
bertemu dengan Khaliknya.Oleh karena itu sangat pantas apabila ibadah shalat
berbuah pahala bagi pelakunya. Ibadah shalat menjadi waktu istirahat bagi ummat
Islam, menyehatkan fisik dan membantu seseorang berpikiran lebih jernih saat
menghadapi berbagai persoalan hidup.Shalat dan kebahagiaan hidup akan beriringan apabila
shalat yang dikerjakan dilakukan dengan cara-cara yang benar. Terlebih jika
mampu dilakukan secara khusyu’ maka hasilnya akan luar biasa memberikan efek
perubahan bagi orang bersangkutan.
2. Shalat menjadi kunci pembuka rezeki. Kebahagiaan hidup
manusia salah satunya akan terwujud apabila menikmati banyak rezeki yang berkah
dari Allah SWT. Shalat merupakan kunci pembuka rezeki dari langit.Ibadah shalat dhuha, shalat malam, shalat sunnah rawatib
dan lainnya merupakan bentuk permohonan lebih kita kepada Allah untuk dibukakan
pintu-pintu rezeki dari langit dan bumi.
3. Shalat menjadi obat dari segala penyakit hati ataupn
tubuh. Memang dokter penting untuk didunia ini tetapi jika kita hanya
mengandalkan kesembuhan dari dokter saja tidak meminta kesembuhan dari ALLAH
SWT maka akan lama proses penyembuhan tersebut. Sholat adalah salah satu obat
yang ampun dan murah untuk penyembuhan. Dalam gerakan sholat jika kita
melakukanya dengan benar maka aliran syaraf tubuh dan peredaran darah kita akan
berjalan dengan lancar. Tidak hanya untuk tubuh sholat pun akan dapat
menyembuhkan luka hati kita,membuat hati kita lebih tenang dan mudah untuk
memaafkan seseorang.
4. Shalat menjauhkan kita dan menyelamtkan kita dari
godaan syaiton,santet atau sejenisnya. Ketika saya kelas 12 SMA di sekolah
terjadi kesurupan masal dan saya pun terkena imbasnya tetapi Alhamdulillah saya
tidak sampai kerasukan. Saya merasakan bahwa ada sosok makhluh yang mengikuti
saya sampai kerumah dan dia bersembunyi di balik baju-baju yang saya gantung.
Saya merasakan ketakutan dan susah tidur selama 1 minggu sampai akhirnya setiap
hari saya shalat berdzikir berdoa kepada Allah dan akhirnya makhluk tersebut
menghilang.
Seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah dengan
ikhlas dan terus menerus pasti akan dikabulkan oleh Allah yang Maha Pemurah.
Berdoalah dan memintalah kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doa-doa yang
kita ucapkan usai melaksanakan ibadah shalat.Inilah korelasi yang kuat antara shalat dan kebahagiaan
hidup. Siapa yang ingin bahagia dalam hidup, maka tunaikan lah ibadah shalat.
Oleh karena itu, perlu adanya usaha serta niat dalam diri kita untuk mengubah
sebuah kebiasaan kecil yang sengaja maupun tidak, agar kita dapat merasakan
luar biasanya nikmat melakukan komunikasi dengan ALLAH SWT. Salah satunya
dengan melaksanakan “Pendalam Terapi
Sholat Bahagia”, seperti yang diajarkan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag beliau adalah Guru Besar UIN
Sunan Ampel Surabay dan Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”.
Dalam Terapi Shalat Bahagia beliau juga menekankan bahwa
shalat adalah salah satu cara dimana seseorang dapat mengingat segala nikmat
yang telah ALLAH SWT berikan kepada kita, begitu pula dalam Terapi Shalat
Bahagia ini, yang mana dalam shalat yang paling utama adalah tidak
mengesampingkan syarat-syarat sah, rukun-rukun shalat, syarat wajib shalat,
sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Kemudian dalam
shalat juga di utamakan seseorang yang menjalankannya harus dengan khusyu’
sekaligus tuma’ninah. Terapi shalat ini juga dapat diartikan sebagai usaha
seorang hamba untuk mengingat ALLAH SWT. Beberapa penelitian juga menunjukan
bahwa jumlah orang yang kurang bahagia tidak berkurang sekalipun kesejahteraan
lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu pikiran. Kriteria-kriteria sebuah
kebahagiaan dengan menggunakan shalat sebagai metode mencapai kebahagiaan
dengan T2Q ( Tawakal, Tuma’ninah, dan Qana’ah) dan hal itu merupakan terapi
mental yang ditekankan pada Shalat Bahagia.
Pada umumnya peshalat yang khusyu’ dijamin hidup bahagia,
sebab seseorang yang menghadapi semua cuaca kehidupan dengan keimanan,
kepasrahan dan penuh keridhoan atas semua takdir ALLAH. Dengan pembiasaan
shalat secara tuma’ninah: tenang, sabar dan tidak tergesa-gesa, peshalat
khusyu’ bisa menghadapi semua gelombang kehidupan dengan tuma’ninah pula.
Muslim yang benar adalah muslim penting, karena ia hidup dengan qanaah, tidak
tersiksa oleh deretan daftar keinginan. Kebahagiaan bersifat subyektif. Jika peshalat
khusyu’ misalnya terkena suatu penyakit, atau orang tersebut ditakdirkan buta,
secara obyektif ia menderita, karena tidak bisa bekerja dan menikmati hidup.
“ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan
(yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat
Aku” (QS. Thaha:14)
Shalat bahagia memberikan jalan keluar. Terapi Shalat
Bahagia merupakan cara sesorang untuk memcapai sebuah kebahagiaan melalui
shalat. Seperti halnya jika kita menghayati bunyi adzan yakni hayyaala shalah ( mari kita melaksanakan shalat) kemudian hayyaalal falah (mari kita meraih
kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang shalat menghantarkan kita
menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam Terapi Shalat Bahagia ini terdapat
beberapa doa dan renungan dalam gerakan shalat, karena doa yang baik itu ada di
dalam shalat bukan diluar shalat,tetapi lebih baik jika dilakukan dua-duanya.
Secara garis besar ada enam inti gerakan utama dalam shalat yaitu: berdiri,
rukuk, bangun dari rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud dan tasyahud.
Masing-masing gerakan ini dengan benar, tenang dan penuh penghayatan atau T2Q.
Penghayatan dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa
untuk merenungi tiap-tiap doa pada setiap gerakan. Tarik nafas, tahan sebentar,
keluarkan nafas pelan-pelan. Setelah berhasil meresapi berbagai penghayatan
secara mendalam, baru dilanjutkan gerakan shalat mendalam, baru dilanjutkan
gerakan shalat berikutnya. Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan
renungan dalam Terapi Shalat Bahagia:
1. Berdiri(Takbiratul
Ihram)
SUBHAN :
Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman
Pada posisi ini setelah membaca surat Al-Fatihah kita
langsung berdoa dengan mengucap kata syukur atas semua nikmat yang telah
diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita,setalah itu kita meminta bimbingan untuk
tetap diberi jalan yang benar,dan yang terakhir kita meminta untuk diberi
ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan
murka-Nya. Setelah itu baru kita membaca surat pendek dan melanjukan gerakan
shalat berikutnya.
2. Rukuk
TURUT:
Tunduk,Menurut
Dalam posisi ini usahakan bahu sejajar dengan
punggung,dan pantat agak ditarik keatas sampai terasa syaraf-syaraf dikaki
tertarik keatas. Setelah membaca doa rukuk berhenti sejenak untuk merenung atas
diri kita,yaitu dengan kalimat :
“ wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu.
Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua
persoalan kepada-Mu” dilanjut dengan “ aku menurut kepada semua perintah-Mu.
Ampunilah dosa-dosaku”.
Dalam posisi rukuk seperti ini anda juga dapat bercerita
tentang keluh kesah anda/masalah yang sedang anda hadapi,dan anda harus yakin
bahwa Allah akan menolong dan pasrahkan semua masalah anda kepada Allah SWT.
3. I’tidal
HADIR: Hak pujian,
Takdir
Setelah membaca doa dalam gerakan sholat ini berhenti
sejenak untuk mengucapkan pujian kepada Allah dengan kalimat “ Hanya Engkau
yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”.
Setelah itu lanjutkan dengan “Semua hak terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan
ikhlas menerimanya.
4.
Sujud
MASJID:
Maaf, Sinar, Jiwa, dan Raga
Dalam posisi sujud waktunya kita untuk meminta maaf atas dosa-dosa
kita,kemudian mintalah untuk menyinari hati, lidah, mata, dan telinga kita,setelah
itu berserah diri untuk hidup mati,sehat sakit, kaya miskin,dan semua persoalan
kepada-Nya. Setelah itu lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk tadi. Ceritakan
semua apa yang telah terjadi.
5.
Duduk
Antara Dua Sujud
AKSI:
Ampunan, Kasih, Sejahtera,Iman
Mintahlah 4 hal tersebut pada posisi ini, dalam hal
untuk mengampuni dosa-dosa kita, meminta untuk mencintai kita menjadikan hidup
kita penuh kasih bersama keluarga dan manusia, meminta rezeki yang melimpah
untuk keluarga, syiar agama, dan menolong kafir miskin serta untuk diberi
kesehatan. Yang terakhir mintalah agar iman kita dikuatkan dan semakiin sabar
dalam godaan dunia.
6.
Tasyahud
SOSIAL:
Sholawat, Persaksian, Tawakal
Setelah membaca doa tahiyatul akhir, yang berupa
sholawat atas Nabi dilanjut kesaksian kepada Allah SWT bahwa tuhan selain-Nya,
dan yang terakhir bertawakal menyerahkan hidup-mati sehat sakit, kaya miskin,
dan semua persoalan kepada-Nya. Setelah itu lanjutkan dengan membaca doa ketika
rukuk tadi. Pada waktu salam bacalah doa “ wahai Allah aku sekarang lebih
bahagia. Aku akan menoleh kekanan dan kekiri”, saat menoleh kekanan dan kekiri
berhenti sejenak untuk membaca doa “ berikan kemudahan hidup,kesuksesan dan
kebahagiaan semua orang disebelah kanan dan kiriku”.
Dengan tata cara
sholat seperti itu pastinya tidak hanya doa saja yang harus sesuai tetapi juga
harus diimbangi dengan gerakan sholat yang tuma’ninah. Lakukan hal tersebut
dengan catatan sholat munfarid(sendiri) tidak disarankan untuk sholat
berjamaah. Melakukan sholat seperti itu tidak hanya membuat hati kita menjadi
tenang tetapi juga membuat penyakit yang ada ditubuh kita sembuh, penyakit
ambean dan kanker payudara pun bisa sembuh jika kita ikhlas mengerjakan sholat
dengan cara Terapi Sholat Bahagia Tersebut.
Semoga
kita selalu berada dalam lindungan-Nya sekian semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb,,
