Sabtu, 30 November 2019

TERAPI SHOLAT BAHAGIA


SHOLAT SUMBER KEBAHAGIAAN

PENDALAMAN TERAPI SHOLAT BAHAGIA

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Trainer “  Terapi Sholat Bahagia”




Assalamu’alaikum wr.wb,,

Shalat dan kebahagiaan hidup merupakan dua hal yang saling beriringan. Apabila kita mengerjakan shalat maka kebagiaan hidup itu akan muncul. Shalat sebagai salah satu rukun Islam merupakan pembeda antara seorang muslim dengan yang bukan muslim. Inilah ibadah luar biasa yang memiliki berbagai manfaat.Bahkan banyak orang bukan muslim yang memutuskan masuk Islam hanya karena salut dengan rangkaian ibadah shalat yang memiliki manfaat luar biasa terutama dalam hal kesehatan.Mengapa shalat dan kebahagiaan hidup menjadi sesuatu yang beriringan? Lihat lah faktanya, orang-orang miskin yang jauh dari ibadah shalat, maka akan bertambahkan kesengsaraan kehidupan mereka. Atau bagi mereka orang kaya raya yang enggan melakukan shalat, maka sekali-kali harta benda yang dimilikinya tidak membawa keberkahan serta kebahagiaan bagi kehidupannya.Bahkan kerap kali menjadi permulaan kesengasaraan kehidupan yang dijalaninya. Mengapa shalat bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan hidup? berikut ini beberapa alasan utama mengenai kaitan ibadah shalat dengan kebahagiaan hidup:

1. Ibadah shalat merupakan salah satu perintah Allah yang bernilai pahala. Dengan kita melakukan banyak pahala maka seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa pahala adalah segala sesuatu kegiatan yang dilakukan memberi ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan batin yang hakiki, maka itulah amal pahala.
Shalat akan memberikan efek ketenangan batin bagi yang melakukannya. Terlebih untuk ibadah shalat-shalat sunnah seperti shalat tahajjud serta beberapa ibadah shalat lain yang dikerjakan pada waktu malam hari. Ibadah shalat merupakan saat paling dekat bagi seorang hamba untuk bertemu dengan Khaliknya.Oleh karena itu sangat pantas apabila ibadah shalat berbuah pahala bagi pelakunya. Ibadah shalat menjadi waktu istirahat bagi ummat Islam, menyehatkan fisik dan membantu seseorang berpikiran lebih jernih saat menghadapi berbagai persoalan hidup.Shalat dan kebahagiaan hidup akan beriringan apabila shalat yang dikerjakan dilakukan dengan cara-cara yang benar. Terlebih jika mampu dilakukan secara khusyu’ maka hasilnya akan luar biasa memberikan efek perubahan bagi orang bersangkutan.

2. Shalat menjadi kunci pembuka rezeki. Kebahagiaan hidup manusia salah satunya akan terwujud apabila menikmati banyak rezeki yang berkah dari Allah SWT. Shalat merupakan kunci pembuka rezeki dari langit.Ibadah shalat dhuha, shalat malam, shalat sunnah rawatib dan lainnya merupakan bentuk permohonan lebih kita kepada Allah untuk dibukakan pintu-pintu rezeki dari langit dan bumi.
3. Shalat menjadi obat dari segala penyakit hati ataupn tubuh. Memang dokter penting untuk didunia ini tetapi jika kita hanya mengandalkan kesembuhan dari dokter saja tidak meminta kesembuhan dari ALLAH SWT maka akan lama proses penyembuhan tersebut. Sholat adalah salah satu obat yang ampun dan murah untuk penyembuhan. Dalam gerakan sholat jika kita melakukanya dengan benar maka aliran syaraf tubuh dan peredaran darah kita akan berjalan dengan lancar. Tidak hanya untuk tubuh sholat pun akan dapat menyembuhkan luka hati kita,membuat hati kita lebih tenang dan mudah untuk memaafkan seseorang.

4. Shalat menjauhkan kita dan menyelamtkan kita dari godaan syaiton,santet atau sejenisnya. Ketika saya kelas 12 SMA di sekolah terjadi kesurupan masal dan saya pun terkena imbasnya tetapi Alhamdulillah saya tidak sampai kerasukan. Saya merasakan bahwa ada sosok makhluh yang mengikuti saya sampai kerumah dan dia bersembunyi di balik baju-baju yang saya gantung. Saya merasakan ketakutan dan susah tidur selama 1 minggu sampai akhirnya setiap hari saya shalat berdzikir berdoa kepada Allah dan akhirnya makhluk tersebut menghilang.
Seorang hamba yang mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas dan terus menerus pasti akan dikabulkan oleh Allah yang Maha Pemurah. Berdoalah dan memintalah kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doa-doa yang kita ucapkan usai melaksanakan ibadah shalat.Inilah korelasi yang kuat antara shalat dan kebahagiaan hidup. Siapa yang ingin bahagia dalam hidup, maka tunaikan lah ibadah shalat. Oleh karena itu, perlu adanya usaha serta niat dalam diri kita untuk mengubah sebuah kebiasaan kecil yang sengaja maupun tidak, agar kita dapat merasakan luar biasanya nikmat melakukan komunikasi dengan ALLAH SWT. Salah satunya dengan melaksanakan “Pendalam Terapi Sholat Bahagia”, seperti yang diajarkan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag beliau adalah Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabay dan Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”.

Dalam Terapi Shalat Bahagia beliau juga menekankan bahwa shalat adalah salah satu cara dimana seseorang dapat mengingat segala nikmat yang telah ALLAH SWT berikan kepada kita, begitu pula dalam Terapi Shalat Bahagia ini, yang mana dalam shalat yang paling utama adalah tidak mengesampingkan syarat-syarat sah, rukun-rukun shalat, syarat wajib shalat, sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut. Kemudian dalam shalat juga di utamakan seseorang yang menjalankannya harus dengan khusyu’ sekaligus tuma’ninah. Terapi shalat ini juga dapat diartikan sebagai usaha seorang hamba untuk mengingat ALLAH SWT. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa jumlah orang yang kurang bahagia tidak berkurang sekalipun kesejahteraan lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu pikiran. Kriteria-kriteria sebuah kebahagiaan dengan menggunakan shalat sebagai metode mencapai kebahagiaan dengan T2Q ( Tawakal, Tuma’ninah, dan Qana’ah) dan hal itu merupakan terapi mental yang ditekankan pada Shalat  Bahagia.

Pada umumnya peshalat yang khusyu’ dijamin hidup bahagia, sebab seseorang yang menghadapi semua cuaca kehidupan dengan keimanan, kepasrahan dan penuh keridhoan atas semua takdir ALLAH. Dengan pembiasaan shalat secara tuma’ninah: tenang, sabar dan tidak tergesa-gesa, peshalat khusyu’ bisa menghadapi semua gelombang kehidupan dengan tuma’ninah pula. Muslim yang benar adalah muslim penting, karena ia hidup dengan qanaah, tidak tersiksa oleh deretan daftar keinginan. Kebahagiaan bersifat subyektif. Jika peshalat khusyu’ misalnya terkena suatu penyakit, atau orang tersebut ditakdirkan buta, secara obyektif ia menderita, karena tidak bisa bekerja dan menikmati hidup.

“ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha:14)

Shalat bahagia memberikan jalan keluar. Terapi Shalat Bahagia merupakan cara sesorang untuk memcapai sebuah kebahagiaan melalui shalat. Seperti halnya jika kita menghayati bunyi adzan yakni hayyaala shalah  ( mari kita melaksanakan shalat) kemudian hayyaalal falah (mari kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang shalat menghantarkan kita menuju kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam Terapi Shalat Bahagia ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam gerakan shalat, karena doa yang baik itu ada di dalam shalat bukan diluar shalat,tetapi lebih baik jika dilakukan dua-duanya. Secara garis besar ada enam inti gerakan utama dalam shalat yaitu: berdiri, rukuk, bangun dari rukuk, sujud, duduk diantara dua sujud dan tasyahud. Masing-masing gerakan ini dengan benar, tenang dan penuh penghayatan atau T2Q. Penghayatan dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk merenungi tiap-tiap doa pada setiap gerakan. Tarik nafas, tahan sebentar, keluarkan nafas pelan-pelan. Setelah berhasil meresapi berbagai penghayatan secara mendalam, baru dilanjutkan gerakan shalat mendalam, baru dilanjutkan gerakan shalat berikutnya. Berikut ini adalah poin-poin penghayatan dan renungan dalam Terapi Shalat Bahagia:
1.      Berdiri(Takbiratul Ihram)
SUBHAN : Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman
Pada posisi ini setelah membaca surat Al-Fatihah kita langsung berdoa dengan mengucap kata syukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita,setalah itu kita meminta bimbingan untuk tetap diberi jalan yang benar,dan yang terakhir kita meminta untuk diberi ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Nya. Setelah itu baru kita membaca surat pendek dan melanjukan gerakan shalat berikutnya. 
2.      Rukuk
TURUT: Tunduk,Menurut
Dalam posisi ini usahakan bahu sejajar dengan punggung,dan pantat agak ditarik keatas sampai terasa syaraf-syaraf dikaki tertarik keatas. Setelah membaca doa rukuk berhenti sejenak untuk merenung atas diri kita,yaitu dengan kalimat :
“ wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu” dilanjut dengan “ aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.
Dalam posisi rukuk seperti ini anda juga dapat bercerita tentang keluh kesah anda/masalah yang sedang anda hadapi,dan anda harus yakin bahwa Allah akan menolong dan pasrahkan semua masalah anda kepada Allah SWT.
3.      I’tidal
HADIR: Hak pujian, Takdir
Setelah membaca doa dalam gerakan sholat ini berhenti sejenak untuk mengucapkan pujian kepada Allah dengan kalimat “ Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”. Setelah itu lanjutkan dengan “Semua hak terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.
4.      Sujud
MASJID: Maaf, Sinar, Jiwa, dan Raga
Dalam posisi sujud waktunya  kita untuk meminta maaf atas dosa-dosa kita,kemudian mintalah untuk menyinari hati, lidah, mata, dan telinga kita,setelah itu berserah diri untuk hidup mati,sehat sakit, kaya miskin,dan semua persoalan kepada-Nya. Setelah itu lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk tadi. Ceritakan semua apa yang telah terjadi.
5.      Duduk Antara Dua Sujud
AKSI: Ampunan, Kasih, Sejahtera,Iman
Mintahlah 4 hal tersebut pada posisi ini, dalam hal untuk mengampuni dosa-dosa kita, meminta untuk mencintai kita menjadikan hidup kita penuh kasih bersama keluarga dan manusia, meminta rezeki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong kafir miskin serta untuk diberi kesehatan. Yang terakhir mintalah agar iman kita dikuatkan dan semakiin sabar dalam godaan dunia.
6.      Tasyahud
SOSIAL: Sholawat, Persaksian, Tawakal
Setelah membaca doa tahiyatul akhir, yang berupa sholawat atas Nabi dilanjut kesaksian kepada Allah SWT bahwa tuhan selain-Nya, dan yang terakhir bertawakal menyerahkan hidup-mati sehat sakit, kaya miskin, dan semua persoalan kepada-Nya. Setelah itu lanjutkan dengan membaca doa ketika rukuk tadi. Pada waktu salam bacalah doa “ wahai Allah aku sekarang lebih bahagia. Aku akan menoleh kekanan dan kekiri”, saat menoleh kekanan dan kekiri berhenti sejenak untuk membaca doa “ berikan kemudahan hidup,kesuksesan dan kebahagiaan semua orang disebelah kanan dan kiriku”.
            Dengan tata cara sholat seperti itu pastinya tidak hanya doa saja yang harus sesuai tetapi juga harus diimbangi dengan gerakan sholat yang tuma’ninah. Lakukan hal tersebut dengan catatan sholat munfarid(sendiri) tidak disarankan untuk sholat berjamaah. Melakukan sholat seperti itu tidak hanya membuat hati kita menjadi tenang tetapi juga membuat penyakit yang ada ditubuh kita sembuh, penyakit ambean dan kanker payudara pun bisa sembuh jika kita ikhlas mengerjakan sholat dengan cara Terapi Sholat Bahagia Tersebut.
            Semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya sekian semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr.wb,,